Monday, November 27, 2006

Keterlaluan

Membaca berita ini membuat saya membayangkan bahwa negeri Indonesia sedang makmur-makmurnya hingga duit dari pajak dan retribusi rakyat bisa dipakai untuk membiayai ibadah beberapa orang. Atas nama pengawasan dan peningkatan pelayanan Haji, beberapa anggota dewan berangkat (tepatnya, diberangkatkan. Atau minta diberangkatkan?) haji dengan biaya APBD.

Duit retribusi yang dikumpul dari warung nasi goreng langganan di pintu dua, sopir pete-pete maros-daya, penjual baronang segar di pasar ikan, coto makassar di dekat pom bensin pintu satu, dan pajak kendaraan bermotor kakak saya, dipakai untuk membiayai ibadah mereka. Luar biasa.

Semoga menjadi Haji yang Mabrur, pak...

2 comments:

donniechat said...

bagaimana mo jadi mabrur kalo yang punya duit ndak dimintai persetujuannya?..:-)

salam kenal ces..

JaF said...

Heh.. nggak di pusat, nggak di daerah, kelakuannya sama. Para legislator Makassar ini masih mendingan. Lihat tuh bos mereka di Jakarta. Jalan2 ke Australia tapi nggak jelas bikin apa, eh pulang-pulang tersangkut kasus video porno hehehe..