Thursday, November 09, 2006

Keadilan dan Kedamaian Untuk Siapa?

Kemarin ada kampanye oleh UJS (Union Jewish Student) di kampus. Kampanye ini (mungkin) diniatkan sebagai kampanye tandingan terhadap diskusi yang diadakan oleh student union yang temanya "Stop War and Say No to Islamophobia". UJS ini berkampanye di luar gedung tempat diadakannya diskusi. Mereka mengibar-ngibarkan bendera Israel dan menyebarkan pamflet yang isinya menggelikan sekaligus mengiris hati, paling tidak hati saya.

"Support Peace and Justice, Disarm Hizbollah", begitu pesan kampanye mereka. Entah mereka tahu atau tidak, tapi kemarin Israel membantai 18 warga Palestina yang tak bersalah. Sebelumnya mereka juga tak absen dalam membunuh dan mencederai puluhan orang di Libanon dan Palestina. Anak-anak kecil yang tak tahu apa arti perang pun, menjadi korban tanpa pernah terpikir bahwa kematian satu generasi Palestina adalah pembunuhan terhadap rasa kemanusiaan.

Soal Hizbollah? Edan.. Mereka (Israel) punya segudang senjata modern dan menggunakannya untuk menghilangkan nyawa orang tanpa rasa bersalah. Mereka juga punya berupa alibi untuk mengelak dari tanggung jawab. Kini, mereka meminta Hizbollah, yang sekedar mempertahankan diri dan hak mereka untuk dilucuti senjatanya? Yang bener aja, bung.

Seharusnya, bendera Palestina yang dikibarkan di sana, bukan bendera biru putih itu, yang sungguh, meski kebencian bukan dari sifat yang mulia, saya tak rela mereka begitu saja merasa digdaya.

2 comments:

kakatuadua said...

kebencian memang bukan dari sifat yang mulia, hanya cinta. tapi cinta selalu berdampingan dengan benci. apa yang kita cintai, pasti kita membenci selain dari itu. always be like that menurutku sih. kebencian bukan pada Israel, tapi pada ketidakadilan yang bersemayam dihati sebagian orang2 Israel. eh...gimana bikin blog kayak gini? ajar dule...kenapa bisa banyak sekali tulisan yang bisa kau post, tapi hanya linknya saja yang tampil. kasih tau ka nah...cheers

imo said...

Lho..kok..lho?
Lho Yang menindas kok demo lho..?
dan kita terlihat hanya bisa diam membaca berita demi berita ttg penindasan ini...kita seperti sepotong roti yang diperebutkan orang,dan kita muslim masih sangat banyak..inikah tanda2 dari ucapan Rasulullah..